Mendidik Indonesia Menjadi Lebih Baik

Anin termenung, sesekali nafasnya terisak setelah ditenangkan Ibu nya yang menggenggam erat hasil test masuk sekolah. Tampak dari rautnya, ada kabar buruk di dalam amplop yang ia genggam begitu lemah.

Dari tempat ku duduk, aku mendengar sebuah dialog yang lirih

"Anin kurang pintar ya bu?" Ia terisak

"Tidak, kenapa bilang begitu?" Ibu membelai kepala anin lembut

"Karena anin tidak bisa masuk sekolah favorit itu. Anin mengecewakan Ibu dan Ayah" Ia tertunduk murung. "Test masuknya sangat sulit" Ibu nya merapihkan rambut Anin yang berantakan diantara jilbab dan keningnya.

Sha kembali teringat tentang proses seleksi masuk perguruan tinggi yang pernah sha lakukan empat tahun silam. Tentang bagaimana sha harus mengantri pagi, memastikan semua perlengkapan tidak ada yang tertinggal, pulpen dalam keadaan bisa dipakai menulis, pinsil dan rautan yang saling berdekatan dan benda-benda lainnya.

Pendidikan di Indonesia

Indonesia memang sedang berbenah, baik dari segi mutu kualitas pendidikan itu sendiri dan generasi bangsanya. Tak aneh bila sebuah lembaga pendidikan dituntut untuk memenuhi standar kompetensi yang ditentukan oleh Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan, bahkan beberapa justru menentukan standar tersendiri yang jauh lebih maju dari yang di tetapkan.

Sebagai sebuah domino yang berjatuhan satu-satu, imbas dari hal ini menjurus pada biaya yang semakin mahal. Ada biaya untuk ujian masuk sekolah favorit, biaya membeli buku pelajaran, biaya ini biaya itu yang kadang sha pusing geleng-geleng dibuatnya. Pertanyaan sebenarnya adalah apa tujuan seseorang belajar?


Sha pernah bertemu seorang praktisi pendidikan, ia mendedikasikan waktunya untuk mengajar anak-anak di kolong fly over Slipi, anak-anak disana memanggilnya Mami. Ia menjelaskan bahwa anak-anak disini (sekolah jalanan.red) di ajarkan untuk paham, sementara di sekolah lain diajarkan untuk naik kelas. Berarti ada dua visi dan misi pendidikan yang sha tangkap, membuat seseorang dari yang tidak paham menjadi paham, dan setelah paham, mereka akan naik kelas.

Paham Tapi Tidak Naik Kelas VS Naik Kelas Tapi Tidak Paham

"Jika mutu pendidikan dinilai dari bagaimana cara mahluk hidup naik ke atas pohon, lalu bagaimana nasib mereka yang hidup di air?" Panji tertawa dibarengi dengan sahut-sahutan penonton lainnya.

Kutipan diatas merupakan salah satu kutipan materi stand up comedy yang disampaikan oleh kak Pandji Pragilaksono, salah seorang komedian yang menelisik tentang pendidikan di Indonesia. Kembali lagi tentang memaknai pendidikan yang memiliki standar, lalu bagaimana nasib anak-anak yang tidak paham? Apakah mereka tidak naik kelas?

Baca Indonesia dan Budaya Provokatif

Apakah kita akan mencap mereka [maaf] bodoh? apakah ini menjadi alasan mereka di pukul dan menjadi alasan mereka [maaf] dipermalukan didepan kelas sembari mengangkat satu kaki? Apakah kita menjauhi dengan alasan takit tertular akan kebodohannya? Lalu dimana konsep pendidikan untuk membuat seseorang paham?

Pendidikan merupakan proses

Pendidikan menurut sha adalah sebuah proses mendukung, ada peran serta orang tua, lingkungan sekolah dan elemen didalamnya. Simbiosis yang saling mengedepankan kemajuan secara bersama-sama, bukan memberatkan satu pihak. Selamat hari pendidikan nasional, semoga kita paham bahwa mendidik bukan menggurui, mendidik adalah Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Andayani.

Indonesia dan Kebudayaan Provokatif

Hari ini lini massa diramaikan dengan sebuah video viral seorang Ibu yang di Intimidasi oleh segerombolan orang. Terlepas dari apa masalah yang melatar belakangi, namun Intimidasi bukanlah sesuatu yang patut ditunjukan oleh siapapun.

Indonesia dan kebudayaan Provokatif

Provokasi adalah perbuatan untuk membangkitkan kemarahan; tindakan menghasut; penghasutan; pancingan.

Intimidasi adalah tindakan menakut-nakuti (terutama untuk memaksa orang atau pihak lain berbuat sesuatu); gertakan; ancaman;



Provokasi sudah menjadi darah yang menyerap dalam daging manusia, jika ada yang mengingat kisah nabi adam yang diprovokasi (pancingan) oleh iblis untuk memakan buah khuldi dan berakhir di asingkan ke bumi sebagai bentuk ketidak sukaan Iblis ada mahluk yang lebih sempurna dari pada dirinya (iblis), maka dari sinilah sifat Intimidasi dimulai.

Intimidasi yang dialami oleh Ibu dalam video tersebut sesungguhnya tidak harus terjadi, namun karena jumlah massa yang besar, dengan sedikit provokasi entah gertakan dari siapapun, bisa memicu intimidasi. Dan hal ini yang tidak disukai oleh sebagian besar orang-orang di lini massa, bahwa Intimidasi itu melibatkan seorang perempuan dan seorang anak kecil, melawan sekumpulan laki-laki, yang seharusnya melindungi perempuan dan anak-anak.

Baca Indonesia Dan Berita Sebatas Opini

Berkaitan dengan artikel yang sha tulis sebelumnya, Masyarakat di lini masa sedang di geser opini nya ke arah masalah Pilpres. Situasi ini kian semakin memanas dan menjadi ibarat api unggun yang sedang disiram bensin.

Dari kejadian ini, kita belajar bahwa Nurani orang-orang sedang di gadaikan demi kepentingan politik.

Saat membuat tulisan ini kalian mungkin berfikir bahwa sha adalah pendukung salah satu calon presiden, namun sebaiknya baca baik-baik apakah tulisan ini menyebutkan tentang itu? sha akan mengatakan dengan tegas TIDAK.

Ini masalah Nurani dan kemanusiaan, masalah bagaimana manusia harusnya saling menghormati satu sama lain karena pilihan untuk melindungi yang lemah. Dan saat intimidasi dari bentuk provokasi itu melibatkan Perempuan dan Anak-Anak, sha akan berdiri di barisan terdepan dan berteriak #KITATIDAKTAKUT

Semua orang berhak menikmati kopi

Tulisan ini sha persembahkan untuk salah seorang pembaca setia blog sha

Pada artikel sebelumnya yang berjudul "menikmati kopi itu menenangkan, bukan meresahkan", sha mendapati sebuah komentar yang kalian bisa baca sendiri. Namun secara garis besarnya begini "Apakah penikmat kopi sacetan tergolong orang yang tidak berkelas?", lalu apakah orang yang sering menikmati kopi di kedai kopi bisa dikatakan berkelas?


Mari kita duduk sejenak, seduh segelas kopi sembari menikmati jeda sepi malam ini. Sha kembali hendak melanjutkan apa yang disampaikan oleh sang barista di kedai Bakoel Mama tentang kopi. Terlepas dari robusta atau arabika, kopi justru ditemukan pertama kali oleh penggembala kambing di dataran etiopia. Kala itu kambing yang digembala terlihat menunjukan geliat aneh karena terlalu berenergi di bandingkan kambing-kambing lain.

The First Wave Of Coffee

Dari temuan sang gembala, kopi kemudian dibawa untuk diperdagangkan dan diperkenalkan hingga ke seluruh dunia. Karena sudah menjadi sebuah minuman yang memberi energi, kemudian pada era revolusi industri, kopi dikemas menjadi bentuk sacetan yang kita kenal hingga saat ini sebagai bentuk kemudahan bagi para penikmat kopi untuk tetap bisa merasakan kopi dimanapun dan kapan pun.


Maraknya penjualan kopi berbentuk sacetan ini dikenal dengan istilah First Wave Of Coffee atau Gelombang Pertama revolusi kopi. "Kopi dinikmati dengan penuh kemudahan"

Second Wave Of Coffee

Karena kopi sacetan yang mulai ramai, munculah terobosan baru dari seorang pemuda yang menemukan bahwa kopi itu rasanya berbeda-beda. Ia bertekad ingin menyajikan kopi dengan menunjukan cita rasa tersebut melalui sebuah kedai, yang tiap hari orang bisa bertandang dan menikmati sajian kopi berdasarkan apa yang ia rumuskan rasanya.


Lahirlah sebuah kedai bernama Starbucks yang menyajikan kopi berbagai macam varian dan cita rasa dengan kombinasi buah, coklat atau rasa lain. Dan mereka yang mau menikmati rasa itu harus datang ke kedai yang ia buka. Dari sini mulai berjamuran kedai kopi yang berkonsep dan kita kenal hingga saat ini. Revolusi ini dikenal dengan Second Wave Of Coffee atau Gelombang Kedua revolusi kopi. "Kopi dinikmati dengan konsep tempat dan rasa"

Third Wave Of Coffee

Namun, beberapa orang yang sering menghabiskan waktunya dikedai merasa bahwa menikmati kopi itu bukan dari konsep tempatnya. Tapi dari citarasa kopi itu sendiri, hingga akhirnya orang-orang yang mendedikasikan diri mereka untuk mencari dan mengeluarkan citarasa unik dari kopi memutuskan untuk menomor dua kan konsep kedai dan lebih menonjolkan rasa kopi yang unik jika diperlakukan dengan berbeda-beda.


Dari sini berbagai macam teknik digunakan, mulai dari french press, V60 Drip, Cemex, Ciffon, hingga berbagai macam metode dengan nama aneh digunakan untuk mengeluarkan cita rasa dari sejumlah gram kopi. Cita rasa seperti cerry, karamel, kayu manis dan rasa-rasa yang aneh satu persatu dikeluarkan untuk dinikmati bersama sepi untuk memperkaya imaji.

Lihat bukan, kopi tak mengenal kelas pada saat pertama kali ditemukan. Tapi kita yang menikmati kopi lah yang mengklasifikasi dan membedakan sehingga banyak terobosan-terobosan baru, menganggap bahwa kopi itu harus dinikmati di tempat-tempat tertentu. Padahal kopi tidak pernah menuntut siapa dan dimana segelas kopi itu disajikan. Seperti malam ini, segelas mochacinno sha nikmati di selasar rumah sembari melihat hujan.

Mensesapi kopi itu menenangkan, bukan meresahkan.

Kopi itu ada dua varietas utama, Robusta Dan Arabica

Dan kedua varietas tersebut memiliki rasa yang rupa-rupa, Robusta dengan tipikal Manis-Kasar dan Arabica Yang Asam-Lembut. Selama ini sha mengamini bahwa Arabika itu adalah varietas yang paling enak, namun sha mendapati sebuah pelajaran berharga dari segelas kopi yang baru ku minum malam tadi. Pelajaran tentang arabica, tentang robusta dan tentang Indonesia.

Menyelamlah dengan tenang Sha, Jangan Terburu-Buru

"Pertahankan bouyancy mu sha, kalau kamu sering naik turun gitu bisa bahaya!" Instruktur selam sha terus mengulang-ulang setiap kali sha melakukan Percobaan Peak Performance Bouyancy di platform.

"Ini laut sha, bukan kolam renang. Kalau kamu terus naik ke permukaan dan bertemu arus bagaimana?" Lanjut nya.

Apa itu Peak Performance Bouyancy (PPB)

Peak Performance Bouyancy (PPB) adalah teknik untuk menjaga badan stabil didalam air dengan menjaga neutral bouyancy. Dalam dunia selam, PPB merupakan skill tambahan yang bisa diambil oleh mereka yang hendak melakukan kenaikan tingkat pada level Advance Open Water Dive atau sedang belajar Underwater Imaging.


Sesungguhnya untuk mengambil lisensi Advance Open Water Dive, kita akan diberikan dua skill wajib yaitu Navigational Dive dan Deep Dive. Ditambah Opsional skill antara lain Night Dive, Wreck Dive, Underwater Digital Imaging, Drift Dive dan lainnya yang sha lupa karena boleh pilih 3 yang paling di suka. Namun untuk mengerjakan mandatory skill seperti Deep Dive dan Navigation Dive, salah satu prasyarat yang harus dikuasai adalah Peak Performance Bouyancy tadi.

Kenapa Menjaga kestabilan saat diving sangat penting?

Saat menyelam, tekanan di kedalaman akan berbeda sesuai dengan seberapa dalam kita menyelam lo. Instruktur sha mencontohkan ia membawa dua benda yang berisi udara, satu berupa botol air mineral kosong dan satu bungkus makanan ringan yang masih gembung. Saat berada di kedalaman sekira 22 meter dibawah laut, kedua benda tersebut mengkerut, dan saat kembali ke permukaan keduanya kembali ke bentuk semula.

Ia menjelaskan bahwa ini yang terjadi pada udara di paru-paru kita, saat menyelam kapasitas paru-paru kita tetap seperti botol dan saat dibawa turun ke bawah ia akan mengkerut. Jika ia diberikan udara, ia akan kembali ke bentuk semula dibawah air. Bayangkan apa yang akan terjadi ketika paru-paru yang kembali ke bentuk semula tersebut dibawa  ke atas permukaan secara tiba-tiba?

Hiiy sha jadi serem sendiri menjelaskan di tulisan ini.

Itulah mengapa penting menjaga kestabilan dengan cara mempelajari peak performance bouyancy. Selain itu dengan menjaga kestabilan saat diving dengan PPB, sha bisa menghindari arus yang datang karena posisi tubuh yang stabil, tidak condong kemana-mana.


"untuk sekarang, kamu masih harus banyak latihan di kolam, sebelum aku meluluskan pengajuan mu untuk advance." Sabar ya sha T-T

Mencari ide itu [tidak] mudah

Iya, siapa bilang menulis itu mudah? Jika yang dimaksud adalah sembarang menulis, semua orang juga bisa melakukannya. Namun berbeda dengan menulis untuk memberikan informasi yang bermanfaat.  Sha akui, beberapa kali melakukan sharing di group sosial media terkait bagaimana menciptakan konten yang unik dan menarik, namun itu juga butuh proses berfikir panjang sebelum menjadi sebuah artikel.

Indonesia dan Berita Sebatas Opini

Kami tertawa lepas, entah sudah berapa bulan aku dan kak alifia tak berjumpa. Rasanya begitu lama, sangat lama, hingga masing-masing dari kami enggan menghabiskan cepat-cepat gelas kopi yang mungkin sudah tak dingin lagi.

"Gimana mbak tidak geram dek, masa iya masyarakat kita masih bisa dibodohi hanya karena perkara telur di palsukan oleh plastik" ia menyeka air di pelipis, girang sekali.

Iya, lagi-lagi bahasan kami nda seperti perempuan pada umumnya. Dimana mungkin perempuan seusia kak alifia membahas model rambut, sesuatu yang di suka, atau tentang laki-laki idamannya yang mulai tak setia.

"Beli handphone yang terbaru sanggup, tapi cari info soal membedakan telur bagus dan telur busuk aja tidak bisa" kak alifia kembali mengambil tisue untuk menyeka pipi.

Ya, kalau di perhatikan memang sungguh miris masyarakat kita yang rata-rata pernah mengenyam pendidikan wajib 6 tahun tapi masih nda percaya bahwa tuhan menciptakan sesuatu dengan sempurna, termasuk telur ayam.

Maraknya berita tentang telur palsu ini berawal dari sebaran-sebaran artikel di grup chatting, yang akhirnya menimbulkan opini meresahkan di tengah masyarakat. Penyebaran berita-berita yang nda berlandaskan fakta ini menjadi salah satu cara ampuh bagi terorisme era digital untuk menciptakan kekacauan.

"Cangkang telur itu terbuat dari kutikula, senyawa yang mirip dengan kuku manusia dan itu hanya bisa diciptakan dari rekayasa protein dalam tubuh ayam dalam waktu 26 jam" Kak Alifia menjawab pertanyaan ku tentang cangkang telur "Jadi untuk menciptakan cangkang pembungkus yang getas itu, butuh mesin yang canggih yang hanya bisa dibuat tuhan, yaitu tubuh ayam" tungkasnya.


Berita-berita yang sebatas opini dengan menyadur "katanya" atau "menurut pakar kesehatan" dan kutipan apapun yang datang ke genggaman kita melalui layar telepon seukuran 5,5inci memang sebaiknya di cerna baik-baik, nda langsung di share ke semua kontak yang ada.

"Kak alifia, lalu bagaimana sih biar kita nda termakan berita hoax yang sebatas opini tersebut?" sha mulai bertanya serius.

"Biasanya sebuah berita hoax sangat jarang mengungkapkan data yang jelas sumbernya. Ini salah satu kelemahan yang sering dimanfaatkan oleh pembuat berita, karena rata-rata orang Indonesia jika disajikan data atau angka pasti akan bosan. Itu sebabnya banyak penduduk kita yang tidak suka matematika, fisika dan kimia" Ia tersenyum manis "Tugas kita adalah mencari data tersebut, sekarang ini mudah kok mencari sesuatu dan pastikan mencarinya ke situs yang datanya valid ya, jangan ke situs yang isinya bahan gosipan lambe turah" lanjutnya.

"Atau jika ini berkaitan dengan hal-hal diluar nalar kita, seperti kasus telur palsu ini. Kita bisa kok bertanya pada dokter kenalan kita atau dokter yang ada di fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau klinik. Setidaknya mereka pernah belajar tentang ini semasa kuliah, jadi informasinya sudah pasti valid. Kalau tidak valid, bagaimana mungkin mereka berani disumpah jadi dokter?" Ia pun menyeruput green tea latte nya hingga habis.

Keuntungan Menjadi Blogger, Kutipan Sha Untuk Dunia

"sha, mama kembali di tanya oleh tetangga sebelah. Kenapa nda pernah kelihatan berangkat mengenakan seragam *sebuah media berita nasional* lagi" Mama masih sibuk mengupas buah apel saat pertanyaan itu terlontar.

"Lalu mama jawab apa?" Sha memandang penuh ke mama, tangan nya mulai berhenti mengupas

"Mama bilang, sha nda boleh terlalu capek biar sakitnya tidak kumat" Wajahnya tersenyum "Lagi pula, sha kan jadinya bisa bantu mama dirumah sembari mengerjakan tulisan-tulisan di blog mu yang pembacanya lucu-lucu kalau komentar" Mama melanjutkan mengupas apel.


Ya, sha kini sudah tidak bekerja di salah satu kantor surat kabar ternama nasional itu, dan kembali fokus menjadi blogger. Dunia tulis menulis memang tidak pernah lepas dari sekitar perhatian sha, sejak di bangku SMA sha selalu menyempatkan diri menyematkan satu atau dua bahan tulisan untuk majalah dinding, entah itu berupa puisi atau inspirasi yang bisa dinikmati orang banyak.

Blogger memang tidak bisa dikatakan sebuah profesi yang lazim di temui di masyarakat Indonesia, namun kini keberadaannya mulai menjadi sebuah profesi yang banyak peminat karena menghadirkan berbagai macam keuntungan yang tidak dimiliki oleh pekerjaan lain, terutama untuk orang-orang seperti sha yang kalau stress dikit langsung masuk ICU.

Tentang Profesi Blogger

Blogger, istilah ini muncul setelah terbitnya buku besutan raditya dika yang berjudul kambingjantan.com. Dalam buku itu, radit menceritakan kisah dirinya yang hobi menulis juga bisa menghasilkan uang untuk membiayai hidupnya selama kuliah di luar negeri.



Blogger adalah orang yang membuat tulisan guna sebuah kepentingan, tulisan tersebut bisa berupa opini, review atau pembahasan terhadap sebuah topik yang hangat di perbincangkan. Seorang blogger mampu mendatangkan massa/pembaca yang bisa menjadi sebuah prospek menguntungkan bagi pribadi atau perusahaan yang sedang menggencarkan strategi marketing digital.
Kita bayangkan blogger itu seperti Stasiun Televisi Swasta, yang punya konten menarik pasti akan memiliki banyak penonton setia. Dimana ada gula, disitu ada semut

Keuntungan Yang Bisa Ditawarkan Blogger

Karena bisa mendatangkan massa, seorang blogger bisa mendatangkan berbagai macam keuntungan bagi  dirinya pribadi atau perusahaan yang menggunakan jasanya. Keuntungan-keuntungan yang bisa ditawarkan oleh seorang blogger antara lain :

Konten Tulisan Yang Berisi Informasi dan Promosi

Seorang blogger sangat handal dalam hal tulis menulis, ia akan mudah menghipnotis pembaca untuk jatuh cinta dengan tulisan yang dibuatnya. Ia bahkan bisa membuat seorang pembaca membenci sesuatu yang menurut blogger tersebut harus di benci. Kekuatan ini yang dimanfaatkan oleh berbagai perusahaan untuk mencapai tujuan marketingnya.



Tulisan yang dimiliki tersebut bisa berubah menjadi sebuah leads yang bermanfaat untuk mendatangkan action, dan di konversikan oleh perusahaan yang menggunakan jasanya.

Pemisa Yang Terarah

Seorang blogger professional bahkan bisa mengarahkan siapa yang hendak membaca tulisannya, kemampuan analisis yang dimiliki oleh seorang blogger ini yang kemudian dimanfaatkan oleh berbagai macam pihak dalam menentukan strategi pemasaran sebuah produk atau jasa.



Biasanya blogger memiliki data yang valid terkait siapa atau apa yang hendak dicari oleh pembaca di dunia maya. Informasi ini mahal nilainya, semahal dengan hasil yang terarah.

Tidak Terikat Korporasi

Seorang blogger memiliki waktu yang luas untuk mengeksplorasi ide-ide baru karena ia tidak terikat dengan korporasi secara spesifik. Ia bahkan memiliki waktu yang banyak untuk keluarganya, sehingga tidak jarang blogger bisa mengerjakan pekerjaan nya sembari bersantai di sebuah lokasi yang eksotis.


Tak terkecuali seorang blogger yang mendapatkan endorsment dari sebuah perusahaan. Ini bisa menjadi sebuah promo gratis saat sang blogger berada di lokasi eksotis kepada turis atau wisatawan yang kebetulan berada di lokasi yang sama.

Keuntungan Bagi Blogger Itu Sendiri

Selain keuntungan yang ditawarkan, seorang blogger pun memiliki keuntungan yang tidak terbatas. Tercatat secara jelas bahwa hal-hal ini dimiliki oleh seorang blogger.

Mendapat Penghasilan sembari menikmati passion nya

Banyak yang bilang "enak punya hobi yang dibayar", dan ini terjadi untuk mereka yang menggeluti bidang creative seperti blogger. Anda jangan tanya berapa memangnya penghasilan seorang blogger? Karena jawaban itu akan dikembalikan kepada sang blogger, karena ide itu mahal harganya.
Ide-ide itu bisa seharga biaya akomodasi berwisata ke pulau-pulau eksotis indonesia selama-lamanya.

Terbebas dari jam kerja dan stress

Terikat dengan jam kerja menjadikan orang-orang sangat mudah bosan dalam melakukan aktivitasnya dan cenderung mudah stress olehnya. Berbanding terbalik dengan blogger, jam kerja yang flexible menjadikan seorang blogger mampu mengeksplorasi hal-hal yang tidak pernah bisa di jelajahi oleh mereka yang terikat jam kerja dan stress.

Hal ini yang merupakan alasan utama mengapa sha menggeluti dunia tulis menulis, banyaknya keuntungan menjadi blogger ini memudahkan sha untuk bisa fokus dengan kesehatan dan berkumpul dengan keluarga.

Bagaimana, apakah kamu mau juga ikut sha menjadi blogger? Yuk mulai menulis sekarang juga.

Ide Lampu Hias Pengantar Tidur

Daripada menghabiskan waktu dirumah dan tidak melakukan apa-apa itu membosankan, terutama setelah natal. Sha dan mama menghabiskan waktu dengan merapihkan beberapa sampah seperti tempat kue, stoples bekas plastic masterbatch dan barang-barang lainnya. Saat membereskan rumah ini lah sha biasanya mendapatkan beberapa ide untuk memanfaatkan perlengkapan yang tidak lagi terpakai dan dibuat menjadi sesuatu yang bisa mempercantik ruangan.

Surat Untuk Senja

Senja, entah berapa puluh aksara yang kutulis mengatas namakan dirimu. Entah sudah berapa banyak bait puisi tergurat bersamaan dengan ronamu. Namun engkau tetap mengagumkan, dengan caramu tenggelam, dengan warnamu yang mengagumkan.


Senja, terima kasih untuk satu tahun yang luar biasa ini, tahun-tahun yang penuh duka lara, tawa gembira, diantara rintihan hujan yang turun dengan mesra. Aku menikmati bagaimana engkau memeluk hati dalam dingin yang tak bersuara, dengan angin yang membelai penuh karisma.


Senja, jika tahun ini aku harus menutup mata..maka izinkan aku menutup kala gelap merajalela. Biarkan untuk sekali dalam satu tarikan nafasku, aku menitihkan air mata bersamaan dengan gelombang laut yang perlahan menghisapmu di perbatasan jingga.


Aku ingin menikmati proses jatuhmu yang mempesona, dengan awan-awan kelabu yang selalu mendramatisir gelapnya nirwana. Senja, terima kasih sudah mau menerimaku menjadi pengagum rahasia, semoga kelak kita kembali berjumpa. Hingga saat itu, aku ingin menyambutmu dengan senyum yang tak menyimpan duka lara.