Fajar Dibalik Awan Kelabu

Biru dan kelabu masih bercampur dengan cahaya lampu dermaga, tempat yang paling terang benderang kala gelap datang. Beberapa drum tergelontorkan satu satu meninggalkan perahu, diangkat oleh anak-anak berperawakan tangguh, mereka tertawa bersamaan dengan ombak yang menepuk kayu bagang penyangga dermaga.


Walau baru dua minggu, aku belajar mengagumi kota ini melalui desiran ombak dan kehidupan metropolis kecil berbau amis tiap hari. Alasan sederhana yang mengawali kehidupan kami berdua, aku dan mama. Ia menolak menerima bantuan dari teman-teman ayah yang entah bagaimana kami membalasnya, mereka terlalu baik.